Bingkisan Kasih Sayang untuk Bunda dan Sesama
Judul Buku : Kasih Sejuta Bunda
Penulis :
Lisma Laurel, S. Gegge Mappangewa, dkk.
Penerbit : Indiva Media Kreasi, Solo
Tebal :
144 Halaman
Cetakan :
Pertama, 2020
Harga :
Rp39.000
Awal 2011, penerbit Indiva Media Kreasi pernah menerbitkan
sebuah novel anak berjudul Aku Sayang Bunda karya Nurhayati Pujiastuti.
Novel yang pernah meraih penghargaan sebagai buku anak terbaik dalam event
Islamic Book Fair itu berkisah tentang pentingnya menyanyangi seorang ibu. Ibu
yang telah melahirkan anaknya dengan segenap perjuangan. Ibu yang selalu berlimpah
kasih sayang untuk anak-anaknya. Cinta yang tak pernah kering seorang ibu
membuat anak selalu mengingat kasih sayang orangtua sepanjang masa.
Cerita dengan tema kasih sayang ibu juga ditulis Lisma Laurel
dalam cerpen Kasih Sejuta Bunda. Cerpen yang dinobatkan sebagai Pemenang
Pertama Lomba Menulis Cerpen Lintang 2019 ini berkisah tentang anak bernama
Clara.
Dikisahkan bahwa, Clara baru saja kehilangan sang Ibu yang
telah melahirkannya ke dunia. Ia harus terbiasa ke taman bermain tanpa Ibu.
Sepeninggal Ibu, ia tinggal bersama Ayah yang sibuk dengan pekerjaannya. Jadi,
wajar jika Clara selalu kangen dan rindu pada Ibu.
Suatu hari Clara sedih bukan main saat teman-temannya
menertawakan kepangan rambutnya yang tebal sebelah. Clara sebal. Itu ulah Ayah yang
tidak bisa mengepang rambut Clara dengan benar, sebagaimana Ibu biasa mengepang
rambutnya. Untung ada ibu Lisa yang baik. Ibu Lisa bersedia mengepang rambut
Clara agar tidak diejek lagi oleh teman-temannya. Lisa dan Clara juga berteman
baik.
Mendengar cerita Clara, Ayah berjanji akan semakin dekat
dengan anaknya. Ayah bersedia menjadi ibu bagi Clara. Menggendongnya,
memeluknya, mengikat rambutnya, dan mencurahkan kasih sayang laiknya seorang
ibu (hlm. 15).
Kotak Ajaib Milik Juro karya Saptorini berhasil menyabet juara kedua. Cerpen ini
mengisahkan perjuangan seorang anak bernama Juro yang bekerja di sebuah Toserba
milik Pak Yukio. Juro tak pernah lelah bekerja. Ia begitu bersemangat
mengantarkan pesanan pada pelanggan. Sampai Etsu, temannya, kaget dan
bertanya-tanya kenapa Juro bisa begitu bersemangat dan tak pernah mengeluh
meskipun capek bekerja.
Juro bercerita pada Etsu bahwa, ia punya kotak ajaib yang
membuatnya selalu semangat bekerja. Kotak itulah yang membuat Juro selalu
bekerja dengan giat. Kotak tersebut merupakan kotak ajaib yang selalu memompa
semangat Juro untuk bekerja dengan penuh semangat. Etsu penasaran, apa
kira-kira isi kotak milik Juro?
Dalam cerpen ini, Saptorini begitu lihai memasukkan unsur
ketegangan dalam cerita. Tak hanya Etsu yang dibuat penasaran tentang kotak
ajaib milik Juro. Pembaca juga dibikin ingin segera tahu tentang kotak ajaib
tersebut. Teka-teki kotak ajaib Juro berhasil terungkap saat Etsu nekat melihat
isi kotak di kamar Juro. Saat Juro belum datang mengantarkan pesanan ke
pelanggan. Apa isi kotak ajaib milik Juro yang berhasil ditemukan Etsu tersebut?
(hlm. 26).
Cerita Sarabba Kakek Agung karya S. Gegge Mappangewa juga
menarik untuk disimak. Gegge yang selama ini banyak menulis cerita anak dan
remaja memasukkan unsur lokalitas dalam cerpennya. Gegge menceritakan tentang
kegundahan seorang kakek yang tinggal sebatang kara di dalam kebun miliknya.
Banyak orang mengira bahwa kakek Agung jahat karena suka
mengejar anak-anak di kampung. Padahal, kakek Agung hanya kangen pada anaknya
yang dulu ikut pamannya ke Surabaya, karena dia tidak mampu membiayai
pendidikan anaknya. Kakek Agung mengira anaknya sudah meninggal. Karena itu,
dia selalu suka mengejar anak-anak kecil di sekitarnya dan memberi mereka
Sarabba, minuman tradisional berisi campuran jahe dan gula jawa racikan kakek
Agung (hlm. 109).
Cerita lain yang juga memasukkan unsur lokal berupa makanan tradisional
dikisahkan Zurnila Emhar Ch dalam cerpen Palai Bada untuk Ayah. Cerita
bermula dari kecemburuan Izza pada kakaknya yang selalu dipuji oleh ayah.
Kakaknya yang juara kelas kerap mendapat sanjungan—yang menurutnya—terlalu
berlebihan sehingga membuat dia cemburu.
Izza mengadu pada ibu. Kalau ayah selama ini hanya memuji
kakaknya. Sementara ia tak pernah dipuji. Ibu berusaha meyakinkan Izza kalau
dia juga bisa membuat ayah bangga dengan prestasi dan kreativitasnya. Karena
sering membantu ibu di dapur, Izza tahu makanan apa yang kerap disajikan untuk
keluarga.
Izza berinisitif untuk membuat Palai Bada (semacam pepes
berisi ikan teri) seperti yang dibuat nenek saat mereka pulang kampung lebaran
kemarin. Ibu setuju dan ayah pasti suka dengan masakan tersebut.
Benar kata ibu. Ayah ternyata memuji kemampuan Izza memasak Palai
Bada. Izza jadi ingat kata-kata ibu, “Orang yang tidak juara kelas bukan
berarti bodoh. Mungkin mereka akan juara di bidang lainnya.” (hlm. 74).
Buku setebal 144 halaman ini berisi 11 cerpen dengan berbagai
tema menarik. Selain cerita-cerita di atas, masih banyak cerita lain yang mampu
menggugah semangat dan menginspirasi pembaca. Seperti tentang bakti pada
orangtua yang lazim dilakukan oleh seorang anak (Gara-Gara Kemarau),
persahabatan antarteman di sekolah yang tak seharusnya menjadi renggang oleh
permasalahan sepele (Seruit Persahabatan), bagaimana menghargai karya
dan kreativitas teman (Pembatas Buku Gratis), tentang ikatan kasih
sayang antara adik dan kakak (Nada yang Tak Biasa), dan cerita-cerita
lainnya.
Buku kumpulan cerita ini ditulis oleh sejumlah penulis dengan
latar belakang yang bermacam-macam. Dosen, pendidik, guru lest, ibu rumah
tangga, bahkan ada yang masih duduk di bangku SMA.
Setiap cerita yang ditulis memiliki keunikan dan ciri khas
masing-masing. Wajar jika para dewan juri lomba memilih kesebelas cerita
sebagai unggulan untuk dibukukan dalam Kasih Sejuta Bunda. Dari segi
tema, mayoritas penulis mengisahkan tentang persahabatan dan kasih sayang pada
orang tua. Tema yang cukup sering diangkat dalam cerita-cerita pembentuk
karakter anak.
Cerita-cerita dalam buku ini juga sangat dekat dengan
kehidupan sehari-hari. Pembaca bisa dengan mudah mengakrabi setiap karakter
tokoh yang ditampilkan dalam setiap cerita. Ada yang pendiam, pemberani,
penakut, bahkan tokoh yang usil (antagonis). Semua disajikan dengan menarik dan
unik. (*)

Komentar
Posting Komentar